Minggu, 31 Agustus 2014

Pantai Harapan Pomala Indonesia



Tentang Pantai Harapan

Pantai Harapan merupakan sebuah obyek wisata yang berada di kompleks PT. Antam Pomala yang berada di Kecamatan Wolo, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pantai yang berada di perbatasan Kolaka Utara ini menjadi salah satu tujuan wisata bagi para warga Kolaka. Pantai ini selalu ramai dikunjungi terlebih pada saat akhir pekan atau hari libur.

Di seluruh pinggir pantai ini kita bisa melihat hamparan pasir sleg yang merupakan limbah pabrik nikel. Tak usah khawatir karena pasir sleg tersebut tidak memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Terdapat juga daratan berupa timbunan sleg yang menjorok ke laut. Dari pantai ini kita bisa melihat asap yang keluar dari cerobong pabrik nikel, pemandangan beberapa pulau di seberang pantai seperti Pulau Buaya, Pulau Padamarang dan Pulau Lemo. Selain itu, panorama sunset dari pantai ini juga sangat sayang untuk dilewatkan.

Fasilitas

Kebersihan di pantai ini cukup terjaga. Di Pantai Harapan juga terdapat kolam renang yang dipisahkan untuk dewasa dan anak-anak. Selain itu terdapat pula pondokan yang bisa disewa untuk menggelar acara, petugas patroli keamanan yang memantau keamanan pantai, kamar mandi dan kamar ganti pakaian.

Jam buka

Pukul 08:00-22:00 WITA

Harga tiket

Untuk dapat menikmati keindahan Pantai Harapan tidak dipungut biaya.

Akses ke Pantai Harapan

Untuk menuju ke pantai ini bisa menggunakan kendaraan darat baik sewa maupun pribadi. Dari kota Pomala kita bisa menuju ke kota Kolaka yang memakan waktu sekitar satu jam perjalanan. Sedangkan dari kota Kolaka menuju ke Pantai Harapan dapat ditempuh selama sekitar 30 menit.

Sumber : utiket.com

Sabtu, 30 Agustus 2014

Selancar di Sungai Kampar Pekanbaru Indonesia



Tentang Selancar di Sungai Kampar

Seperti yang kita ketahui, aktivitas berselancar biasanya dilakukan di laut. Namun siapa sangka bahwa berselancar ternyata bisa juga dilakukan di sebuah sungai. Yups, nama sungai tersebut adalah Sungai Kampar yang terletak di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Provinsi Riau. Sungai ini sangat unik karena memiliki gelombang yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk berselancar.

Gelombang yang ada di Sungai Kampar disebut Gelombang Bono. Gelombang ini terjadi karena adanya pertemuan antara arus pasang air laut dengan arus pasang air sungai. Peristiwa ini biasanya terjadi saat bulan purnama sekitar bulan Agustus hingga Desember. Awal kemunculan gelombang biasanya akan ditandai dengan suara gemuruh, baru kemudian disusul dengan datangnya gelombang dan ombak yang cukup besar. Tinggi Gelombang Bono dapat mencapai empat hingga enam meter dengan kecepatan sekitar 40 km/jam. Terkadang jumlah gelombang yang dihasilkan Gelombang Bono dapat mencapai tujuh lapis. Bahkan Gelombang Bono dapat menghasilkan sebuah kubah gelombang, seperti gelombang yang ada di laut dan bisa bertahan hingga dua jam lamanya. Oleh karena itu Gelombang Bono disebut juga dengan Gelombang Tujuh Hantu atau Seven Ghosts. Gelombang dan ombak di sungai ini cukup besar, sehingga tidak disarankan untuk para peselancar pemula.

Sungai Kampar hampir selalu ramai oleh para wisatawan baik, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Kebanyakan mereka ingin menikmati serunya berselancar di tempat ini. Beberapa penginapan sederhana yang bisa disewa oleh para pengunjung tersedia di tempat ini. Selain itu beberapa tempat makan juga akan Anda temui di sini.

Akses ke Selancar di Sungai Kampar

Ada beberapa penerbangan yang menuju ke Riau. Dari pusat kota, Anda bisa langsung menuju ke Pangkalan Kerinci menggunakan transportasi darat dengan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Perjalanan dilanjutkan menuju ke Teluk Meranti melalui Kecamatan Bunut dengan waktu tempuh sekitar tiga jam perjalanan. Nah dari sini Anda bisa dengan mudah menuju ke Sungai Kampar.

Namun perjalanan bisa juga dilakukan dengan menggunakan transportasi air. Caranya Anda bisa menyewa speed boat dari Pangkalan Kerinci untuk menuju ke Teluk Meranti. Lama perjalanan sekitar dua jam perjalanan. Nah baru dari Teluk Meranti Anda bisa menyewa lagi sebuah speed boat dengan tujuan Tanjung Sebayang, yang berkapasitas sekitar enam hingga delapan orang dengan biaya sekitar Rp 350.000.

Sumber : utiket.com

Jumat, 29 Agustus 2014

Candi Muara Takus Pekanbaru Indonesia



Tentang Candi Muara Takus

Kompleks Candi ini berada di desa Muara Takus, Kecamatan 13, Kabupaten Koto Kampar. Berjarak sekitar 135 km dari kota Pekanbaru, dan sekitar 2,5 km dari pusat desa Muara Takus tidak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan. Kompleks Candi Muara Takus di keliligi tembok berukuran 74 x 74 meter dan di luar area candi terdapat tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 km yang mengelilingi kompleks ini sampai di pinggir Sungai Kampar Kanan.

Untuk dapat menuju ke candi Muara Takus hanya dapat menggunakan jalan darat yaitu melalui kota Pekanbaru, ibu kota provinsi Riau menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum dengan jarak tempuh sekitar 128 km. Kompleks candi Muara Takus adalah satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi, di Riau. Sepanjang perjalanan menuju Candi Muara Takus, kamu akan disugguhi pemandangan yang indah.

Di dalam kompleks ini terdapat empat bangunan candi yaitu:
  • Candi Sulung
  • Candi Bungsu
  • Candi Mahligai
  • Candi Palangka
  • Dan enam bangunan lainya, yaitu:

Bangunan pertama: berupa onggokan tanah dengan dua lubang yang di perkirakan sebagai tempat pembakaran mayat.
Bangunan kedua: Bekas bangunan pondasi yang terbuat dari pasir, berbentuk segi empat dan belum di ketahui fungsi dari bangunan tersebut.
Bangunan ketiga: Berbentuk segi empat yang berada di luar pagar keliling, dengan ukuran 3 m x 2,4 m.
Bangunan keempat: Berupa gundukan tanah yang di dalamnya terdapat batu bata.
Bangunan kelima dan keenam: Bangunan ini hanya tinggal pondasi saja
Yang semua bangunan dikeliligi oleh bangunan kuno.

Keistimewaan candi Muara Takus dapat ditemukan mulai dari pertama kali menginjakan kaki di halaman depan candi, sekilas bentuk Candi Muara Takus tampak serupa dengan stupa Budha di Myanmar, stupa di Vietnam, dan stupa di Srilangka atau stupa kuno di India. Di kompleks Candi Muara Takus terdapat jejak sejarah peninggalan Kerajaan Sriwijaya ratusan tahun silam.

Sumber : utiket.com

Kamis, 28 Agustus 2014

Air Terjun Guruh Gemurai Pekanbaru Indonesia



Tentang Air Terjun Guruh Gemurai

Air Terjun Guruh Gemurai terletak di daerah perbatasan Sumatera Barat dengan Riau yang berada di kawasan hutan lindung, tepatnya di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik (Lubuk Jambi), Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Propinsi Riau. Nama Air Terjun Guruh Gemurai diambil dari salah satu bahasa daerah setempat. Dimana arti kata Guruh berarti Gemuruh atau maksudnya bunyi air terjun tersebut, sedangkan Gemurai berarti percikan air yang berserakan. Jadi arti dari Air Terjun Guruh Gemurai yakni air terjun yang bunyi percikannya bergemuruh.

Air terjun ini memiliki dua curahan yang salah satunya memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Di bawahnya ada sebuah kolam yang dapat digunakan oleh wisatawan untuk mandi atau berenang. Tersedia beberapa balai yang dapat digunakan oleh para wisatawan untuk sekedar beristirahat melepas lelah. Sembari melepas lelah, wisatawan juga dapat menyaksikan pemandangan alam pedesaan dan aliran sungai Kuantan yang berkelok-kelok. Tentunya pemandangan seperti ini sangat jarang dapat ditemui di perkotaan dan sayang apabila terlewatkan.

Sekitar kurang lebih 1 km dari lokasi peristirahatan tersebut, wisatawan akan sampai di lokasi Air Terjun Guruh Gemurai. Di lokasi ini para wisatawan tidak perlu susah-susah untuk menikmati keindahan alam air terjun tersebut karena di lokasi ini telah dibangun fasilitas penunjang berupa tangga beton di antara tebing yang dapat digunakan untuk menuju kolam jatuhnya air terjun tersebut. Selain itu, di lokasi ini juga telah tersedia fasilitas-fasilitas penunjang lainnya seperti areal parkir yang luas, sebuah pentas terbuka untuk mengadakan berbagai macam acara, arena bermain untuk anak, kolam untuk mandi dan juga mushola untuk ibadah.

Akses ke Air Terjun Guruh Gemurai

Air Terjun Guruh Gemurai ini berjarak sekitar kurang lebih 10 km dari Pasar Lubuk Jambi atau 25 km dari Teluk Kuantan, Ibu Kota Kabupaten Kuansing ke arah Kiliran Jao (perbatasan Propinsi Sumbar-Riau).

Dari pintu masuk tersebut, para pengunjung harus melewati hutan gundul yang telah ditanami pohon karet dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 km untuk sampai ke lokasi air terjun.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke air terjun Guruh Gemurai ini dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Dari Pasar Lubuk Jambi akan bertemu dengan dua jalan yang bercabang dua, ambillah jalan di sebelah kiri dan menanjak yang bernama Desa Koto (Kote Ate) lalu melewati jalan yang sedikit berkelok. Sekitar 2 km atau 5 menit perjalanan, wisatawan akan sampai di Desa Kasang. Sesampainya di Desa Kasang, perjalanan dilanjutkan sejauh 6 km dengan lama perjalanan sekitar 15 menit, kemudian akan terlihat pintu masuk Air Terjun Guruh Gemurai.

Biaya tiket masuk

Untuk dapat masuk ke obyek wisata ini harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 2.000,- per orang untuk anak-anak dan Rp. 3.000,- per orang untuk dewasa. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan, tarif parkir untuk kendaraan roda dua sebesar Rp. 2.000,- dan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 5.000,-.

Sumber : utiket.com

Rabu, 27 Agustus 2014

Taman Nasional Tanjung Puting Pangkalan Bun Indonesia



Tentang Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting berada di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin, Propinsi Kalimantan Tengah. Pada awalnya kawasan ini merupakan cagar alam dan suaka margasatwa pada tahun 1936 dengan luas 305.000 hektar. Kemudian pada tahun 1984 ditetapkan sebagai taman nasional dengan penambahan luas menjadi 415.040 hektar yang meliputi Suaka Margasatwa Tanjung Puting seluas 300.040 hektar, hutan produksi seluas 90.000 hektar dan kawasan perairan seluas 25.000 hektar.

Taman nasional Tanjung Puting berukuran seluas Pulau Bali dan memiliki beberapa tipe ekosistem seperti: hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan sekunder. Letak taman nasional ini berada di ketinggian 0-100 mdpl dan merupakan rumah bagi satwa endemik dan dilindungi seperti: orang utan, bekantan, lutung merah, beruang, kancil, dan kucing hutan. Terdapat juga 200 jenis burung, 38 jenis mamalia, hewan liar lainnya dan sejumlah flora yang mendiami taman nasional ini. Taman Nasional Tanjung Puting ini merupakan pusat rehabilitasi orang utan pertama di Indonesia.

Terdapat beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi di Taman Nasional Tanjung Puting ini, diantaranya :
  1. Tanjung Harapan: berada di hutan sekunder dan hutan rawa, meruapakan stasiun pertama dalam proses rehabilitasi orang utan yang dilengkapi dengan pusat informasi, wisma tamu dan jalan trail.
  2. Pondok Tanggui: tempat di mana orang utan diobservasi secara tertutup dan terhindar dari kontak dengan manusia
  3. Camp Lakey: berada di hutan primer dan merupakan tempat bagi orang utan dari yang setengah liar sampai liar, dari yang baru dilahirkan sampai usia tiga tahun.
  4. Natai Lengkuas: merupakan stasiun penelitian bekantan dan pengamatan satwa lainnya melalui sungai.
  5. Sungai Buluh dan Danau Burung: merupakan tempat pengamatan bagi burung terutama burung migran.

Untuk melihat keseluruhan isi Taman Nasional Tanjung Puting ini disarankan berkunjung pada bulan Juni-September setiap tahunnya.

Akses ke Taman Nasional Tanjung Puting

Dari Pangkalan Bun kamu bisa menuju ke Kumai yang berjarak sekitar 8 km dengan kendaraan umum yang memakan waktu sekitar 15 menit. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Taman Nasional Tanjung Puting menggunakan kapal tradisional yang disebut klotok dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jika menggunakan speed boat hanya memakan waktu sekitar 1 jam.

Sumber : utiket.com

Selasa, 26 Agustus 2014

Pantai Tanjung Penghujan Pangkalan Bun Indonesia



Tentang Pantai Tanjung Penghujan

Pantai Tanjung Penghujan merupakan salah satu obyek wisata yang berada di antara Desa Keraya dan Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Atau berjarak sekitar enam belas kilometer dari Pangkalan Bun. Pantai berpasir putih ini memiliki pemandangan yang indah namun setiap harinya belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Terkadang pantai ini hanya akan ramai saat hari libur.

Pemandangan pantainya terlihat sangat indah, sangat cocok untuk menikmati suasana matahari terbit ataupun matahari terbenam. Luas wilayah Pantai Tanjung Penghujan sekitar 44 Hektar. Di tepi pantai ini terdapat pepohonan dan padang rumput yang hijau. Ada pula gazebo yang atapnya berbentuk rumah panggung khas Kalimantan yang bisa dipakai untuk beristirahat.

Fasilitas

Pantai ini masih sangat minim dengan fasilitas wisatanya. Namun sudah tersedia fasilitas toilet bagi para pengunjung. Pedagang makanan pun masih sangat jarang bisa ditemui di sekitar pantai.

Akses ke Pantai Tanjung Penghujan

Pantai Tanjung Penghujan berjarak sekitar enam belas kilometer dari kota Pangkalan Bun. Untuk menuju ke pantai ini bisa menggunakan kendaraan darat dengan lama perjalanan sekitar satu setengah jam perjalanan.

Sumber : utiket.com

Senin, 25 Agustus 2014

Pantai Kubu Pangkalan Bun Indonesia



Tentang Pantai Kubu

Pantai Kubu terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan tengah. Pantai ini merupakan daerah nelayan yang menghadap ke Laut Jawa. Pantai berpasir putih kecoklatan ini merupakan salah satu obyek wisata favorit di Pangkalan Bun dan dapat menjadi tempat yang cocok untuk mengasingkan diri dari keramaian kota. Air di Pantai Kubu ini berwarna kecoklatan yang disebabkan oleh pengaruh dari hutan gambut yang berada tak jauh dari pantai.

Ketika berada di Pantai Kubu ini, anda dapat mencoba banana boat. Untuk dapat menikmati deburan ombak dengan banana boat, Anda harus masuk ke lokasi wisata dengan sebuah patung di pintu masuknya. Di lokasi ini terdapat dua pintu masuk, yakni pintu masuk berbentuk kepiting dan pintu masuk dengan patung buaya di depannya. Kedua pintu masuk ini memiliki kelebihan tersendiri. Jika wisatawan datang melalui pintu masuk berbentuk kepiting, maka wisatawan akan dapat menjejakakan kaki di dermaga kayu sepanjang kurang lebih 300 meter dari bibir pantai mengarah ke laut.

Di dermaga kayu ini wisatawan dapat merasakan semilir angin pantai yang sangat menyejukkan, sambil menikmati keindahan panorama pantai lepas laut. Sedangkan bagi wisatawan yang mengunjunggi Pantai Kubu melalui pintu masuk dengan patung buaya, wisatawan dapat menikmati beberapa fasilitas yang ditawarkan, salah satunya adalah banana boat. Selain itu ada juga penyewaan perahu untuk berkeliling dengan biaya yang cukup murah yakni Rp 10.000 per orang.

Fasilitas lainnya yang terdapat di obyek wisata ini sudah cukup lengkap. Ada warung makan yang menjajakan makanan hasil olahan laut seperti cumi-cumi, kerang, kepiting, lobster dan olahan laut lainnya. Di lokasi ini juga terdapat toko-toko khusus yang menjual souvenir khas daerah Kalimantan. Bagi wisatawan yang ingin menginap, di sekitar obyek wisata Pantai Kubu ini pun telah banyak berdiri penginapan yang siap disewa.

Akses ke Pantai Kubu

Pantai Kubu dapat dicapai dengan mudah dari Pangkalan Bun menggunakan kendaraan darat baik kendaraan pribadi maupun sewa karena tidak tersedia angkutan umum yang menuju lokasi Pantai Kubu. Biaya sewa kendaraannya pun cukup terjangkau yakni sekitar Rp 200.000. Jarak Pantai Kubu dari Pangkalan Bun sekitar 30 km.

Sumber : utiket.com

Minggu, 24 Agustus 2014

Museum Timah Pangkal Pinang Indonesia



Tentang Museum Timah

Jalan Ahmad Yani no. 179, Pangkalpinang, Bangka

Museum yang menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Bangka Belitung ini merupakan satu-satunya museum timah yang ada di Indonesia, bahkan di Asia. Seperti yang kita ketahui, Provinsi Bangka Belitung memiliki banyak obyek wisata berupa pantai yang menjadi favorit para wisatawan. Namun hal tersebut tidak lantas menjadikan museum ini sepi pengunjung. Justru Museum Timah ini merupakan obyek wisata favorit selain berbagai pantai yang terdapat di Pangkalpinang.

Dahulu bangunan museum ini merupakan tempat tinggal para karyawan Bangka Tin Winning (BTW). Pernah pula digunakan sebagai tempat diadakannya Perjanjian Roem-Royen. Sebuah perjanjian antara Indonesia dan Belanda pada tanggal 7 Mei 1949. Pada waktu itu delegasi Indonesia diwakili oleh Mr. Moh. Roem. Sedangkan delegasi Belanda diwakili oleh H.J. Van Royen. Hasil perjanjian tersebut hingga kini masih tersimpan dengan rapi di museum ini sebagai bukti sejarah Indonesia.

Museum Timah sendiri berdiri pada tahun 1958. Di awal berdirinya, museum ini hanya mencatat sejarah pertimahan Bangka-Belitung oleh karyawan BTW agar masyarakat luas bisa mengenal. Namun saat resmi dibuka untuk umum pada tanggal 2 Agustus 1997 oleh PT. Timah Tbk, koleksi di museum ini semakin lengkap. Tersimpan sejarah proses penambangan timah dari alam hingga pengolahan secara tradisional maupun modern, baik berupa dokumen maupun foto-foto yang menjadi koleksi museum ini. Berkunjung ke museum ini selain berwisataanda juga dapat menambah wawasan.

Akses ke Museum Timah

Museum Timah berada di jalan tengah Kota Pangkalpinang sehingga mudah untuk dijangkau. Anda dapat dengan mudah menemukan lokasi museum ini. Tersedia transportasi umum dengan biaya Rp. 5.000 per orang, anda sudah bisa sampai ke museum ini. Tidak dikenakan biaya masuk jika anda berkunjung ke museum ini.

Sumber : utiket.com

Sabtu, 23 Agustus 2014

Pantai Teluk Uber Pangkal Pinang Indonesia



Tentang Pantai Teluk Uber

Pantai Teluk Uber merupakan salah satu obyek wisata pantai yang ada di Pulau Bangka, tepatnya di Desa Rambak, Kelurahan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pantai ini berjarak sekitar 40 km dari Kota Pangkalpinang. Pantai yang masih sangat alami ini memiliki luas kawasan sekitar 25 hektar dengan lokasi menjorok ke arah daratan yang membentuk teluk sehingga masyarakat sekitar menyebutnya Pantai Teluk, lebih tepatnya Pantai Teluk Uber.

Di pantai berpasir kuning emas muda ini terdapat gugusan bebatuan granit yang ada di kanan kirinya sehingga ombak yang masuk ke pantai ini menjadi kecil karena terhalang oleh gugusan bebatuan granit tersebut. Kontur pantai yang landai serta air laut yang bersih dan jernih serta ombak pantai yang kecil menjadikan pantai ini aman untuk berenang. Pantai ini juga cocok bagi anda yang ingin mengasingkan diri sejenak dari kebisingan kota.

Pepohonan yang tumbuh di sekitar pantai ini menjadikannya teduh dan sejuk. Puluhan nelayan yang berada di tengah laut berwarna biru kehijauan ini juga menambah indahnya pemandangan di Pantai Teluk Uber. Di pagi atau sore hari merupakan waktu yang cocok untuk menikmati sunrise atau sunset yang menawan dari cakrawala pantai cantik ini. Terdapat hotel yang mempunyai sepuluh kamar sebagai satu-satunya tempat penginapan jika anda ingin bermalam di kawasan pantai ini. Walaupun kawasan obyek wisata ini masih minim fasilitas, namun keindahan alamnya siap memanjakan anda.

Akses ke Pantai Teluk Uber

Dari Kota Pangkalpinang, anda dapat menyewa mobil dengan biaya mulai dari Rp. 350.000. Bisa juga menggunakan angkutan umum yang melayani trayek Pangkalpinang-Sungailiat. Setibanya di Sungailiat bisa menyewa becak motor menuju ke Pantai Teluk Uber dengan biaya sekitar Rp. 5.000.

Sumber : utiket.com

Jumat, 22 Agustus 2014

Pantai Tikus Pangkal Pinang Indonesia



Tentang Pantai Tikus

Pantai Tikus merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Pulau Bangka dan tak kalah indahnya jika dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya yang ada di Pulau Bangka. Pantai ini terletak di Desa Rebo, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Kawasan pantai yang masih alami ini berdampingan dengan sebuah bukit yang dinamakan Bukit Rebo. Pantai ini juga memiliki pasir putih yang halus dan juga berbagai jenis bebatuan granit.

Walaupun namanya Pantai Tikus, namun anda tidak akan menemukan tikus di pantai ini. Justru pantai ini menawarkan pemandangan yang sangat indah dan masih alami. Tak hanya itu, ketika sang surya menampakkan diri dari ufuk timur merupakan momen yang pas untuk membidikkan kamera anda. Ketika mengunjungi Pantai Tikus, anda bisa sekaligus mengunjungi Pantai Tanjung Pesona dan Pantai Teluk Uber karena tempatnya memang berdekatan.

Akses ke Pantai Tikus

Akses menuju pantai ini sangat mudah karena letaknya yang berdekatan dengan jalan raya. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa dari Kota Pangkal Pinang untuk menuju Pantai Tikus.

Sumber : utiket.com

Kamis, 21 Agustus 2014

Pulau Lampu Pangkal Pinang Indonesia



Tentang Pulau Lampu

Pulau Lampu merupakan sebuah pulau yang terletak di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Pulau ini memiliki luas yang hampir sama dengan Pulau Lengkuas yang ada di Kabupaten Belitung dan sama-sama memiliki mercusuar. Menurut masyarakat sekitar, pulau ini dinamakan Pulau Lampu dikarenakan adanya cahaya lampu yang berasal dari mercusuar yang ada di pulau ini. Namun ada sebagian masyarakat sekitar yang menyebutnya dengan nama Pulau Pelepas. Disebut sebagai Pulau Pelepas karena pulau ini juga berfungsi sebagai persinggahan para nelayan untuk melepas lelah.

Mercusuar yang berada di pulau ini merupakan bangunan peninggalan Belanda. Mercusuar setinggi 50 meter ini dinamakan Mercusuar H.M. Koningin Wilhelmina yang pernah dipugar pada tahun 1893. Berada di puncak mercusuar Pulau Lampu anda dapat melihat pemandangan berupa laut, pulau-pulau di sekitarnya hingga pemandangan Pulau Bangka dari kejauhan.

Berenang di perairan Pulau Lampu yang sangat jernih merupakan aktivitas lain yang dapat anda lakukan. Jika ingin melihat keindahan Pulau Lampu dari berbagai sudut, anda dapat berkeliling mengitari pulau ini menggunakan perahu sewaan. Tidak sampai seharian, anda dapat mengelilingi pulau ini karena pulau ini merupakan pulau kecil. Harga sewa perahu untuk berkeliling pulau ini tergantu dari kesepakatan dengan pemilik perahunya. Tak ada salahnya mengunjungi pulau yang termasuk kategori tak berpenghuni ini karena pulau ini menyuguhkan keeksotisan pemandangan alam yang masih asri dan alami.

Akses ke Pulau Lampu

Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa dari Kota Pangkal Pinang menuju Pantai Penyusuk yang memakan waktu sekitar tiga jam dengan melewati Kota Sungailiat dan Kota Belinyu. Setibanya di Pantai Penyusuk, anda dapat menyewa perahu nelayan untuk menuju Pulau Lampu. Jika menggunakan perahu kayu, anda dapat membayar sewa sebesar Rp.15.000 per orang. Namun jika menggunakan speed boat yang berkapasitas sepuluh orang penumpang, anda dikenakan biaya sewa sebesar Rp. 50.000 per orang. Jangan lupa untuk membawa bekal sendiri sebelum menuju Pulau Lampu karena belum terdapat fasilitas wisata di pulau ini.

Sumber : utiket.com

Rabu, 20 Agustus 2014

Pantai Matras Pangkal Pinang Indonesia



Tentang Pantai Matras

Pantai Matras terletak di Desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, sebelah timur Pulau Bangka 40 km dari Pangkal Pinang dan 7 km dari Kota Sungailiat. Pantai Matras sering disebut Pantai Surga karena keindahannya, Pantai Matras memiliki hamparan pasir putih bersih sepanjang 3 km dengan lebar 20-30 meter. Selain itu Pantai Matras juga di latar belakangi oleh pepohonan kelapa dan aliran sungai dengan aliran air yang sangat jernih.

Diantara Pantai-pantai lain di Bangka, Pantai Matras adalah pantai yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Di sekitar Pantai Matras juga telah dibangun beberapa penginapan seperti bungalow sederhana, hotel, layanan tour dan travel serta tempat-tempat hiburan yang sangat tepat untuk beristirahat sambil menikmati keindahan Pantai Matras.

Pantai Matras

Selain itu juga banyak terdapat pusat-pusat penjualan souvenir dan makanan khas Bangka seperti Kemplang panggang, Kerupuk ikan, Keretek ikan / cumi, Rusip, Belacan / Trasi dan masih banyak lagi.

Pantai Matras adalah tempat yang layak dikunjungi bila berkunjung di Bangka Belitung.

Akses ke Pantai Matras

Untuk dapat menuju Pantai Matras tidaklah sulit karena telah dikembangkan dan dijadikan salah satu obyek wisata di Bangka Belitung dikarenakan jalan menuju Pantai Matras sudah dalam keadaan baik, sepanjang jalan menuju Pantai Matras adalah aspal yang rata dan lebar oleh karena itu dapat dilalui dengan berbagai jenis kendaraan, bahkan kita juga bisa memasuki kawasan Pantai Matras dengan menggunakan kendaraan sampai dibibir Pantai sepanjang 5 km dari ujung selatan hingga semenanjung di utara.

Biaya masuk Pantai Matras sangatlah murah hanya sekitar Rp. 2,000 - Rp. 5,000 per orang

Sumber : utiket.com

Selasa, 19 Agustus 2014

Green Canyon Pangandaran Indonesia



Tentang Green Canyon

Pengen lihat Grand Canyon yang ada di Arizona, Amerika Serikat? Tidak usah jauh-jauh kawan, di Indonesia kita juga punya Grand Canyon kok. Grand Canyon yang kita punya ini biasa disebut dengan nama Green Canyon, berjarak sekitar 31 km dari Pantai Pangandaran atau lebih tepatnya berada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat.


Green Canyon ini mempunyai nama asli Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanahDinamakan begitu karena ada di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah selebar 3 meter yang menghubungkan Desa Kertayasa dengan Desa Batukaras. Sedangkan nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang turis warga negara Perancis pada tahun 1993. Turis tersebut terpesona dengan keindahan alam dan sungai yang bening berwarna hijau tosca sehingga dia menyebutnya Green Canyon karena terinspirasi dengan Grand Canyon yang ada di Amerika Serikat.


Tempat wisata yang indah ini merupakan aliran sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan stalaktit dan stalakmitnya yang indah dan diapit oleh dua bukit dengan hiasan bebatuan dan rerimbunan pepohonan serta airnya yang tenang dan berwarna hijau tosca menjadikan tempat ini suatu lukisan alam yang mengagumkan untuk dijelajahi. Untuk menjelajahi Green Canyon, kamu bisa menyewa perahu untuk menyusuri sungainya. Kamu juga bisa menikmati keindahannya dengan berenang ataupun menyelam. Tapi bagi kamu yang tidak bisa berenang, gak usah khawatir karena tersedia pelampung yang disewakan dengan tarif Rp. 5.000,- untuk menyusuri sungainya dengan dipandu oleh pemilik perahu yang disewa. Untuk menyewa perahu yang biasa disebut ketinting yang bisa memuat 5 penumpang ini kamu dikenakan tarif sekitar Rp. 75.000,- untuk waktu sewa selama 45 menit - 1 jam.


Jika kamu ingin berkunjung ke tempat ini, sebaiknya kamu berkunjung pada saat musim kemarau. Mengapa? Karena pada saat musim hujan, air sungai di sini akan berwarna coklat keruh dan arusnya menjadi deras serta debit airnya juga tinggi.

Siapkan juga uang tunai yang cukup sebelum menuju Green Canyon ini karena di tempat ini tidak ada fasilitas ATM.

Akses ke Green Canyon


Untuk menuju Green Canyon, kamu bisa naik angkutan umum dari Pangandaran yang menuju Cijulang dengan tarif sekitar Rp. 10.000,-. Setelah sampai ke Cijulang, dilanjutkan menggunakan ojek menuju dermaga Ciseureuh. Dari dermaga Ciseureuh ini kamu bisa menyewa perahu (ketinting) yang banyak tersedia di dermaga untuk menjelajahi keindahan Green Canyon yang mengagumkan itu. Perjalanan ke Green Canyon dari dermaga memakan waktu selama 30-45 menit perjalanan bolak balik. Tiket masuk ke Green Canyon seharga Rp. 12.500,-/orang. Green Canyon buka setiap hari mulai jam 07:30 - 16:00, sedangkan khusus hari Jumat buka dari jam 13:00 - 16:00.

Sumber : utiket.com

Senin, 18 Agustus 2014

Pantai Batu Karas Pangandaran Indonesia



Tentang Pantai Batu Karas

Pantai Batu Karas merupakan salah satu pesona kota Pangandaran yang menjadi tujuan banyak wisatawan. Pantai ini terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Alam di pantai ini merupakan perpaduan nuansa alam Pantai Pangandaran dengan Pantai Batu Hiu. Suasana di pantai ini juga lebih tenang dibandingkan dengan Pantai Pangandaran. Selain itu juga, pantai yang berpasir cokelat dengan bibir pantai yang luas ini memiliki kontur pantai yang landai dan ombak yang bersahabat sehingga membuat aman dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung ke sini.

Keberadaan ombak yang bersahabat di Pantai Batu Karas menjadikan pantai ini merupakan tempat favorit bagi para peselancar pemula hingga menengah. Tempat penyewaan peralatan selancar hingga les selancar pun tersedia di pantai ini. Untuk menyewa papan selancar dikenakan tarif sebesar Rp. 75.000 per orang dan untuk les selancar dikenakan tarif Rp. 150.000 per jam. Pengen menikmati keindahan bawah laut di Pantai Batu Karas? Bisa saja, karena di kawasan pantai ini mempunyai spot untuk snorkeling. Peralatan snorkeling pun bisa disewa di pantai ini. Tarif untuk snorkeling di pantai ini sebesar Rp. 1.500.000 dengan durasi sekitar lima hingga enam jam sudah termasuk biaya sewa perahu dan peralatan snorkeling. Tersedia pula penyewaan ban untuk berenang dengan tarif Rp. 5.000-10.000 tergantung ukuran ban, banana boat bertarif Rp. 45.000 per orang dan perahu yang bisa digunakan untuk berkeliling Pantai Batu Karas. Bagi yang ingin berkemah di kawasan pantai ini juga bisa lho karena tersedia fasilitas camping ground.

Fasilitas lain yang tersedia adalah pondok wisata yang bisa digunakan oleh para wisatawan yang berlibur bersama keluarga di Pantai Batu Karas. Pondok wisata yang dikelola langsung oleh Diparda Kabupaten Ciamis ini dilengkapi dengan arena bermain dan tempat ibadah. Di kawasan Pantai Batu Karas juga terdapat berbagai kios cinderemata dan makanan ringan. Jika rasa lapar sudah tidak bisa ditunda lagi, jangan khawatir karena di sekitar pantai ini banyak terdapat rumah makan dengan berbagai menu, terutama menu seafood dengan harga yang terjangkau. Jangan lupa untuk menikmati keindahan sunrise dan sunset di pantai ini. Tersedia berbagai hotel dengan tarif sewa yang bervariasi untuk menikmati keindahan momen tersebut dan keindahan Pantai Batu Karas lebih lama.

Akses ke Pantai Batu Karas

Pantai Baru Karas berjarak sekitar 34 km dari pusat Kabupaten Pangandaran. Untuk menuju ke pantai ini bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewa. Jalan menuju ke arah pantai ini pun sudah bagus. Jika sedang berada di Green Canyon, maka akan sangat mudah untuk menuju ke Pantai Batu Karas karena letaknya tidak terlalu jauh. Sepanjang perjalanan dari Green Canyon ke Pantai Batu Karas, pemandangan yang sejuk dan teduh berupa aliran air dari Green Canyon serta pepohonan akan memanjakan mata.

Biaya tiket masuk

Per orang tanpa kendaraan: Rp.1,500, Motor:Rp.4000, Mobil:Rp. 20.000 dan Bus: Rp:35.000

Sumber : utiket.com

Minggu, 17 Agustus 2014

Pantai Pangandaran Indonesia



Tentang Pantai Pangandaran

Pantai Pangandaran merupakan salah satu obyek wisata paling terkenal dan diminati di Kabupaten Pangandaran yang merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pantai Pangandaran sendiri terletak di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran. Pantai Pangandaran bahkan diklaim sebagai pantai terbaik di Pulau Jawa oleh salah satu situs wisata internasional. Pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing, apalagi jika musim liburan tiba. Tak lengkap rasanya bila ke Pangandaran tidak mampir untuk mengunjungi pantai ini.

Pantai Pangandaraan mempunyai pemandangan unik yang lain daripada pantai pada umumnya. Pantai ini terdiri dari pantai barat dan pantai timur. Serunya Anda bisa menyaksikan matahari terbit di pantai timur dan matahari terbenam di pantai barat pada hari yang sama. Di pantai bagian timur terdapat berbagai macam olahraga dan permainan air seperti Jet Sky, Banana Boat dan Marbel yang bisa Anda nikmati. Bagi Anda yang hobi memancing, di bagian timur Pantai Pangandaran terdapat beberapa spot memancing yang mengasyikan. Sementara itu pantai di bagian barat mempunyai ombak yang relatif lebih kecil sehingga sangat cocok untuk berenang dan bermain air.

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan potensi wisata di wilayah Pantai Pangandaran sehingga banyak fasilitas yang telah dibangun di sana. Untuk penginapan banyak pilihan yang ditawarkan dengan beragam fasilitas dan harga. Selain penginapan, tempat makan dengan menu utama berupa olahan seafood pun banyak tersedia di sana. Untuk Anda yang hobi berbelanja, berbagai macam souvenir dan oleh-oleh khas siap untuk dibawa pulang. Oleh-oleh yang cukup terkenal yaitu ikan asin jambal roti. Jangan lupa menawar untuk mendapatkan harga lebih murah.

Akses ke Pantai Pangandaran

Hampir semua orang tahu pantai ini, sehingga akan sangat memudahkan Anda untuk menjangkaunya. Jika Anda berada di luar kota, untuk menuju Pantai Pangandaraan Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, travel, bus, kereta api bahkan pesawat terbang. Namun untuk pesawat, saat ini hanya bisa di akses dari Jakarta saja. Jika Anda menggunakan bus, Anda bisa langsung menuju terminal Pangandaraan. Jarak terminal dan pintu gerbang pantai hanya sekitar 300 meter saja. Namun jika Anda menggunakan kereta, dari stasiun menuju Pantai Pangandaran bisa menggunakan angkutan umum.

Sumber : utiket.com

Sabtu, 16 Agustus 2014

Prestasi Maskapai Garuda Indonesia



World Airline Awards adalah sebuah ajang penghargaan paling bergengsi di dunia penerbangan yang kembali digelar. Tahun 2014 ini maskapai nasional Garuda Indonesia berhasil meraih beberapa penghargaan yang sangat membanggakan. Apa saja prestasi Garuda di ajang tersebut pada tahun 2014 ini?

Kategori Airline of The Year

Dalam kategori ini, Garuda Indonesia berhasil masuk ke dalam daftar sepuluh besar yakni berada di posisi ketujuh. Sedangkan posisi pertama ditempati oleh maskapai Cathay Pacific Airways.

Kategori World’s Best Airline Business Class

Garuda Indonesia berhasil menempati posisi kedelapan dalam kategori ini. Ini jauh lebih baik karena di tahun lalu Garuda Indonesia belum bisa masuk dalam kategori ini, dan pada tahun ini Garuda berada di posisi yang jauh lebih tinggi di bandingkan dengan Emirates dan Hainan. Selamat!!

Kategori World’s Best Airline First Class

Dalam kategori ini Garuda berada di posisi yang masih bontot yaitu posisi kesembilan. Namun hal ini cukup membanggakan dan lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu Garuda Indonesia bahkan belum berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar dunia.

Kategori World’s Best Economy Class Airline Seats

Dalam kategori ini Garuda Indonesia berhasil masuk ke dalam posisi lima besar terbaik yakni berada di posisi ketiga setelah maskapai Saudi Arabian Airlines dan Korean Air yang ada di posisi pertama dan kedua. Garuda Indonesia berada di posisi lebih tinggi dibandingkan dengan Singapore Airlines dan Cathaya Pasific Airways yang berada di posisi keenam dan  kedelapan.

Kategori World’s Best Business Class Airline Seats

Garuda Indonesia masuk ke dalam daftar sepuluh besar dalam kategori ini. Cukup membanggakan mengingat ratusan maskapai lain bahkan tidak berhasil masuk dalam kategori ini. Tahun ini Garuda Indonesia berhasil masuk ke dalam posisi kesembilan. Disusul oleh maskapai Lufthansa yang berada di posisi kesepuluh. Sedangkan posisi terbaik dalam kategori ini diraih oleh maskapai Singapore airlines dan Japan airlines di posisi kedua.

Kategori World’s Best First Class Airline Seats

Dalam kategori ini Garuda Indonesia berhasil meraih posisi keenam. Posisi tersebut berhasil mengalahkan maskapai Japan Airlines, Asiana Airlines, Lutfhansa dan Korean Air. Sementara untuk posisi pertama ditempati oleh maskapai Emirates dan disusul oleh maskapai Singapore Airlines yang berada di posisi kedua.

Kategori World’s Best Airport Services

Pelayanan yang memuaskan selama di bandara juga menjadi alasan penumpang dalam memilih suatu maskapai. Dalam kategori ini Garuda Indonesia berhasil meraih posisi ketujuh. Posisi tersebut berada lebih tinggi daripada maskapai KLM, Qantas dan Dragon Fly. Sementara posisi pertama dalam kategori ini diraih oleh ANA All Nippon dan disusul dengan Eva Air dan Thai Airways.

Kategori Best Economy Class Airline Catering

Urusan rasa makanan juga menjadi hal yang penting untuk membuat penerbangan menjadi lebih berkesan. Dalam kategori ini Indonesia berhasil mendapatkan posisi kesepuluh dalam kategori Best Economy Class Airline Catering. Sementara untuk posisi pertama ditempati oleh maskapai Thai Airways.

Sumber : utiket.com

Jumat, 15 Agustus 2014

Pantai Tanjung Karang Palu Indonesia



Tentang Pantai Tanjung Karang

Seperti namanya pantai ini sarat dengan terumbu karang. Tanjung Karang berada di teluk Palu, yang masuk kedalam wilayah Kota Donggala. Pantai Tanjung Karang menjadi obyek wisata favorit bagi warga PaluTanjung Karang berjarak sekitar 40 kilo meter dari pusat Kota Palu, dengan adanya jalan Trans Sulawesi yang beraspal mulus akan memudahkan para wisatawan untuk menuju kawasan. Tanjung Karang yang sangat indah dapat di nikmati pada malam hari sebab lampu penerang aneka warna dari kejauhan berkelap-kelip, selain sinar Mercusuar yang dibangun oleh Departemen Perhubungan di sudut tanjung ini.

Pantai Tanjung Karang tidak cocok untuk area surfing karena pantai Tanjung Karang memiliki ombak yang tenang dan bersahabat serta berpasir putih. Bagi pecinta diving dan snorkeling kawasan ini sangat cocok karena airnya yang sangat jernih dan Tanjung karang dikenal dengan kaya akan terumbu karang. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati pemandangan terbuka di Teluk Palu dan Selat Makassar dengan kesibukan kapal yang keluar masuk Pelabuhan Pantoloan serta perahu nelayan di teluk Palu.


Rute di Tanjung Karang juga melibatkan atol di pusat laut, kawasan pantai yang berhadapan langsung dengan perairan Selat Makassar dengan jarak sekitar 11 kilometer. Pulau Karang tersebut akan muncul di tengah laut sekitar pukul 16.00 yang bertahan hingga beberapa jam.

Bila tidak membawa peralatan snorkeling, kamu dapat menyewanya dengan tarif Rp 10.000. kamu bisa menikmati terumbu karang yang hanya berjarak sekitar satu kilo meter dari bibir pantai.

Di sini juga menyediakan scuba diving atau perahu yang dirancang khusus untuk melihat keindahan terumbu karang dengan tarif Rp. 50.000 per rombongan. Dengan rute perahu meliputi Anchor Reef, Natural Reef, Green Wall, Irmis Block, Alex Point dan Rocky Point yang berjarak 500 meter.

Terdapat pula gugusan terumbu karang yang terbentuk dari reruntuhan kerangka kapal perang di kedalaman 40 meter yang terletak sekitar 2 kilometer arah selatan Tanjung Karang ke arah Pelabuhan Donggala.

Sumber : utiket.com

Kamis, 14 Agustus 2014

Pantai Talise Palu Indonesia



Tentang Pantai Talise

Palu, sebuah kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah ini ternyata banyak menyimpan wisata yang mengagumkan. Salah satunya Pantai Talise. Pantai yang terletak di Jalan Rajamoili dan Jalan Cut Mutia, Kecamatan Palu Timur, Provinsi Sulawesi Tengah ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata di kota Palu. Pantai Talise sendiri diambil dari sebuah kata dalam bahasa Kaili yang berarti Ketapang. Menurut masyarakat sekitar, dahulu kala banyak terdapat pohon ketapang di pantai ini. Oleh karena itu pantai ini lalu diberi nama Pantai Talise (Pantai Ketapang).

Pantai yang hanya berjarak 2 km sebelah utara kota Palu ini memang menjadi salah satu tujuan wisata karena aksesnya yang begitu mudah, biaya yang murah dan pemandangan yang ditawarkan di pantai ini pun cukup indah. Selain akses menuju lokasi yang begitu mudah, di pantai ini para pengunjung juga tidak perlu membayar biaya masuk atau tiket masuk alias gratis. Pantai yang membentang dari kota Palu hingga Kabupaten Donggala ini memang memiliki panorama keindahan yang sangat mempesona karena di pantai ini para pengunjung dapat menyaksikan hamparan teluk dan pegunungan yang sangat eksotis. Pengunjung juga dapat melakukan kegiatan wisata air seperti, berenang, selancar angin (wind surfing), menyelam, memancing, dan kegiatan lainnya.

Menjelang sore hari, para wisatawan dapat menyaksikan keindahan terbenamnya matahari diantara Gunung Gawalise yang letaknya tidak jauh dari pantai ini. Di malam hari pun banyak wisatawan yang sengaja mendatangi Pantai Talise ini. Di malam hari pengunjung dapat menyaksikan keindahan lampu-lampu hias yang sengaja dipasang di perahu-perahu nelayan yang bergerak-gerak di tengah teluk.

Sembari menyaksikan keindahan lampu-lampu tersebut, para wisatawan juga dapat menikmati beberapa makanan khas yang ditawarkan di sepanjang pantai ini seperti: pisang goreng, pisang gepe, sarabba dan jagung bakar yang ternyata berasal dari suku asli di Palu yakni suku Kaili. Fasilitas lainnya yang ditawarkan di pantai ini adalah kemudahan para pengunjung untuk mendapatkan tempat menginap berupa hotel atau wisma. Jadi tidak ada salahnya untuk memasukkan Pantai Talise ini ke dalam daftar perjalanan Anda.

Akses ke Pantai Talise

Pantai Talise dapat dicapai dengan mudah karena lokasi pantai ini terletak di pusat Kota Palu. Dari Bandara Mutiara, Palu pengunjung dapat menggunakan kendaraan darat menuju Pantai Talise. Lokasi ini hanya berjarak sekitar 4 km dari bandara tersebut.

Sumber : utiket.com

Rabu, 13 Agustus 2014

Pantai Taipa Palu Indonesia



Tentang Pantai Taipa

Lokasi Pantai Taipa hanya 20 km utara kota Palu. Dari Bandara Mutiara Palu untuk mencapai kawasan Wisata Pantai Taipa hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Taipa memiliki pasir putih dan air laut yang jernih. Pantai Taipa menawarkan keindahan dan pesona bawah laut yang menarik, wisatawan bisa bersnorkeling ataupun diving keindahan terumbu karang dan ikan warna-warni sudah dapat terlihat hanya 50 meter dari bibir pantai. Bagi pencinta diving, kawasan ini juga memiliki spot-spot menarik untuk dinikmati, pantai ini juga menjadi tempat yang cocok, untuk bersantai dan rileks. Untuk menikmati pantai ini hanya dengan tarif masuk Rp 5000.

Selain itu, wisatawan juga akan dimanjakan dengan pemandangan elok Gunung Gawalise yang dapat terlihat dari kejauhan. Suburnya alam dengan pepohonan yang menghijau seakan membentuk gradasi warna dengan birunya langit dan air laut di Pantai Taipa.

Beberapa fasilitas penunjang yang sudah dibangun dan dioperasikan adalah Cottage dan kolam renang. Dengan tarif di cottage sekitar Rp 500.000 per malam, jika kamu ingin menghemat kamu bisa bermalam di saung atau pendopo yang disediakan oleh pengelola dengan tarif sekitar Rp 100.000 per malam.

Akses ke Pantai Taipa

Untuk menuju Pantai Taipa, dari Bandara dapat menggunakan taksi, angkutan umum ataupun ojek. Dengan tarif yang cukup terjangkau. Untuk taksi (Argo) biasanya sebesar Rp.30.000 sedangkan untuk tarif angkot cukup dengan Rp.15.000. Sementara jika menggunakan ojek tarif yang dipatok sebesar Rp 25.000.

Sumber : utiket.com